Belajar Java Mendeklarasikan Exceptions

Pada pembahasan sebelumnya anda sudah mengetahui mengenai:

Sekarang, kita akan masuk lebih dalam lagi untuk mendiskusikan mengenai topik ini. Pada Java, model exception handling adalah berdasarkan dari 3 operasi, yaitu:
  1. Mendeklarasikan exception atau throws
  2. Melemparkan atau melontarkan exception atau throw
  3. Menangkap exception atau catch
Mendeklarasikan Exceptions
 

Ketiga model tersebut bisa dilihat pada gambaran seperti di bawah ini:

Untuk mendeklarasikan exception pada suatu method, maka gunakanlah keyword throws pada method header, seperti pada contoh di bawah ini:

Keyword throws itu menandakan bahwa method_B mungkin akan melemparkan IOException. Jika suatu method mungkin akan melemparkan lebih dari satu atau multiple exception, maka gunakan tanda koma setelah keyword throws tersebut.

Seperti berikut ini:

Ada satu hal yang  perlu diperhatikan, yaitu ketika method tidak mendeklarasikan exceptions pada superclass, maka anda tidak bisa mengoverride untuk mendeklarasikan exception pada subclass.

Pada Java, pernyataan yang dieksekusi adalah milik dari method. Oleh karena itu interpreter akan memanggil method main untuk memulai mengeksekusi program.

Mendeklarasikan exception artinya setiap method harus menyatakan tipe-tipe checked exceptions yang mungkin terlempar .

Sedangkan untuk system error dan runtime error (unchecked exceptions) bisa terjadi pada setiap kode apapun. Oleh karena itu, Java tidak memerlukan anda untuk mendeklarasikannya secara eksplisit di dalam method.

Namun, setiap exception lainnya yang dilemparkan dari suatu method harus dideklarasikan secara eksplisit di dalam method header sehingga caller dari method diinformasikan mengenai exception tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*